Buah Duwet

Buah duwet merupakan buah dari famili Myrtaceae, merupakan tanaman asli dari Burma, Ceylon, India, dan kepulauan Andaman. Pohon\ duwet biasa ditanam dekat kuil Hindu. Daun dan buahnya merupakan sesajen untuk ”Ganesha”. Di Indonesia, buah duwet dikenal dengan istilah duwet, jamblang, jambolan, juwet. Di India dan Malaysia buah duwet dikenal dengan sebutan jaman, jambu, jambul, jambool, jambhool, jamelong, jamelongue, jamblang, jiwat, salam, atau koriang (Anonim, 2006b). Taksonomi buahduwet adalah: kerajaan Plantae, divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, ordo Myrtales, famili Myrtaceae, genus Syzigium, spesies Syzigium cuminii (Morton, 1978).
Pohon duwet merupakan tanaman yang berbuah secara musiman atau tahunan. Di pulau Jawa, pohon duwet berbunga pada bulan Juli sampai Agustus dan berbuah pada bulan September sampai Oktober. Buah duwet selain untuk dikonsumsi juga digunakan untuk pengobatan antara lain untuk mengobati diare, sakit tenggorokan, dan susah buang air kecil
Pohon duwet dapat tumbuh sampai ketinggian 1800 m dari permukaan laut. Akan tetapi pada ketinggian diatas 600 m, tanaman duwet hanya dapat tumbuh tanpa berbuah. Tanaman duwet tersebar luas di daerah dengan curah hujan cukup tinggi yaitu sekitar 1000 mm per tahun. Menurut Morton (1987),
duwet merupakan tanaman dengan pertumbuhan relatif cepat, mencapai ukuran maksimum pada umur 40 tahun. Pohon duwet dapat mencapai tinggi sampai 30 m dengan diameter pangkal batang mencapai 0.4 hingga 0.9 m dan diameter tajuk luar hingga 11 m. Buah duwet biasa tumbuh berkelompok pada ranting. Tiap ranting dapat memuat 10 sampai 40 buah. Perubahan warna yang terjadi pada buah duwet muda mulai dari hijau muda menjadi magenta. Pada buah duwet yang sudah matang warnanya berubah menjadi ungu gelap atau hampir hitam. Buah duwet memiliki bentuk lonjong sampai bulat telur dan seringkali membengkok. Buah duwet biasanya sepat dengan rasa bervariasi dari asam hingga manis.
Menurut Winarno (1992), mutu suatu bahan makanan pada umumnya sangat bergantung pada beberapa faktor di antaranya cita rasa, warna, tekstur, nilai gizi, dan faktor lainnya. Secara visual, faktor warna merupakan faktor utama yang berkaitan erat dengan penerimaan suatu produk pangan sebelum faktor lainnya dipertimbangkan. Warna merupakan daya tarik utama karena dapat terlihat secara langsung tanpa harus mencicip. Menurut Meilgard (1999), warna merupakan fenomena yang menggabungkan sifat fisik dan psikologi yaitu persepsi yang timbul melalui sistem visual cahaya pada panjang gelombang 400 sampai 800 nm yang biasanya diekspresikan dengan hue, value, dan chroma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s